Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Bokep Crot Lama sekali ia memijati pangkal pahaku. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Hitam. Hangatnya, biar begitu, tetap terasa. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Eh.., kesempatan, kesempatan, kesempatan. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Angin menerobos kencang hingga seseorang yang membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa. “Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu




















