Aku geli sendiri. Bokep Montok Kelvin makan banyak sekali. Aku bangkit duluan. Pokoknya beres, katanya.Setiba di rumahnya, Kelvin menyuguhkan cognac. Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. “Engga apa-apa”, katanya ringan. Aku memang tidak punya perasaan khusus untuknya, kami bahkan baru kenal, tapi.. Dasar cowok juga, kalau ada maksud mereka tidak pernah bertanya atau perduli kalau kita sudah punya pacar. Besok hari yang bagus, aku enggak usah kerja. Aku hanya tersenyum. Ternyata tetap seindah kemarin dulu. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti.




















