From Boy.”, tulisku di kertas request sekaligus menuliskan nomor HP-ku. “Aku orgasme. Bokep Mama Aku kembali duduk dan memesan hot tea. Kamu bisa main piano yah?” Fella tampak terkejut. Tanganku memijat tubuhnya, memijat kepalanya dan mencumbu hidung, pipi, leher, payudara dan kemudian perutnya. Perlahan aku merasakan penisku ereksi. Termasuk jazz yang memang ‘brain music’. Aku mengejarnya. Aku tertawa.“Sorry.. Aku duduk sedangkan Fella berdiri membelakangiku. Ternyata tidak. Gak usah terkejut. “Agh..” kudengar rintihan Fella. Aku menyalakan shower dan kemudian di bawah air yang mengucur dari shower, kami semakin hangat merapat dan saling merangsang. Aku segera berdiri dan nekat membuka pintu kamarnya. Cukup sulit bercinta di kamar mandi. Oh ya, pulang dari cafe jam berapa?




















