Matanya seperti panah yang bersiap menembus mata saya.“Tahu apa? Bokep India Saya yang tentu mendengarnya karena duduk tepat di belakang Indo angkat bicara.“Serius, Ambo? Kami harus meyakini. Ambo sontak menatap saya tajam. Saya tidak pernah menyangka akan berdebat dengan Ambo, Diiringi tangisan yang datang dari langit yang menurunkan air serupa jarum-jarum sehingga genting rumah seolah ditusuk-tusuk. Lelaki bertubuh tambun itu tiba-tiba saja meninggal padahal kata anaknya, dia masih kuat pagi hari dan masih sempat memakan satu mangkuk soto kuda.“Ushh, kau ini. Warga datang dari berbagai arah, baik warga kampung maupun luar kampung. Baru dua tahun kemarin dilaksanakan, tahun ini dilaksanakan lagi?” heran saya.




















