Memangnya aku Papa mertua kamu?”.Humornya membuatku tertawa geli, tapi juga sekaligus membuatku ingin berbuat lebih jauh dengannya. Bokepindo “Iya, untung udah selesai barusan.”
“Wah, baguslah. Nah, aku lega bahwa ternyata dispenser itu bekerja. “Iya, biasa, Mas, akhir bulan. Nah, aku lega bahwa ternyata dispenser itu bekerja. Memangnya aku Papa mertua kamu?”.Humornya membuatku tertawa geli, tapi juga sekaligus membuatku ingin berbuat lebih jauh dengannya. Aku menahan diri untuk tidak melihat ke arah rambut-rambut di dadanya.“Sar, kamu nggak panas pakai blazer di ruang kaya gini?” Tanyanya dengan nada yang terkesan wajar, meski mungkin saja tujuannya nakal. Aku mencoba mengatur nafas.., tapi sia-sia.., kenikmatan ini benar-benar membuatku terbang melayang.




















