Orang kedua memposisikan diri di belakang Kiani lalu menggagahi pantat Kiani. Bokeb Manusia hina! Kali ini nanggung, seolah tidak berniat memasukkannya. Kiani membalik badan dan memain-mainkan pentungannya di belakang pantatnya. Pikiran Kiani mulai goyah dan buyar. Namun di antara teriakannya, terselip satu erangan yang dianggap orang-orang sekelilingnya sebagai tanda Kiani mulai terbawa birahi. Pertunjukan Kiani pun usai dengan matinya lampu dan kata-kata pembawa acara, “Sekali lagi tepuk tangan untuk bintang baru kita, MISS KIANI!!!”Laki-laki gendut bertahi lalat di pipi itu menyaksikan seluruh pertunjukan dengan antusias, sampai-sampai dia tak memperhatikan bahwa seorang laki-laki lain yang berkacamata hitam, bertato, dan berjaket hitam duduk di kursi di sebelahnya. Bukan cuma obat penenang yang barusan memasuki tubuh Kiani, tapi juga obat perangsang.




















