wong aku sama sekali tidak percaya segala hal takhayul macam itu, kok mau diangkat menjadi murid? Bokeb Dengan lagak kebapakan aku menyilahkannya masuk, diiringi sorot mata nakal si Warno yang seperti akan menelan bulat-bulat si gadis itu. mati pula dia nanti.. Suminem tampak sangat bingung, hampir semenit dia berdiri terpaku dengan berkata apapun. Dengan gaya kebapakan (kok sama dengan ceritanya soal si hidung belang Kasno itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya. Ku lihat matanya terbeliak heran, tetapi segera meredup dan dia menghela napas: “inggih Mbah, sakkerso (terserah) kulo nderek kemawon (saya ikut saja)”.




















