“” buat duduk lah neng, masa buat di makan ” jawabku sembari meletakan pantatku pada lantai yang telah ku lapisi dengan daun pisang.Tya pun menurutinya, duduk bersimpuh menghadap lampu minyak yang berada di tengah kami, sementara gemuruh hujan makin deras, di sertai salakan petir dan cahaya kilat yang mendebarkan.Aku teringat pada sebatang rokok di dalam tas ku dan sebenarnya, saat ini adalah saat-saat yang menyenangkan untuk menikmati asap tembakau tsb. Bokep Ojol Jelas terlihat, sang surya tak berdaya, terkubur dalam bayang bebukitan nun jauh di sana. !!” aku bergumam begitu melihat sebuah lampu minyak yang terpojok di sudut dekat cangkul dan peralatan berkebun lainnya. Ku julurkan kepalaku ke tengah pahanya yang masih ku genggam, membuat jarak yang cukup, agar kepala ini bisa menjulur lebih




















