Hujan mulai turun rintik-rintik, aku memacu FORTUNER ku ke luar ruang parkir. Bokep Kami pun segera pamit, pertama kali dia duduk bersebelahan denganku. DIa berusaha menjadi asistenku dengan baik, saat memebrikan gunting aku sengaja pura-pura tidak tahu menyentuh tangannya…tapi langsung dia tarik. “oh god…sweet” ujarku dalam hati. Untungnya jarang rumah ini dengan rumah sebelah lumayan jauh, sehingga desahan kami tidak terdengar oleh rumah sebelah. “kesempatan”…tin..tin..aku klakson dia. Sella hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. “baik Dok…eh…kak”. Aku tahu dia akan mengalami klimaksnya yang ketiga. Tentu yang aku pilih bukan sembarangan, harus lebih mudan dan cantik.




















