Tomo kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya.“Hhh..!!”“Tidak apa-apa..kalau Tomo..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Tomo mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Tomo melihatku dengan penuh nafsu. Bokep Thailand Artis ya?”“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.“Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Tomo Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Tomo bergeser ke sampingku. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Itu namaku. Setiap kali tubuh Tomo menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Ya kan, setan cilik?”Mukaku bersemu merah, tapi terlalu takut untuk berbicara, tubuhku bergetar hebat. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna”




















