Penny’ku tanpa rasa jijik sedikitpun.Anisa meminta agar aku mengisap payudaranya, lalu menekan kepalaku dan menuntunnya ke arah ‘Ms. Bokep China Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Aku terus memeluk dia, pak Supir tak ku ijinkan menoleh kami kebelakang, dia setuju saja. ” Hangat bu ?” tanyaku ” iya, hangat sekali, yang kenceng dong meluknya ” pintanya. ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Bajuku basah kuyup, demikian juga baju Anisa. Kujelaskan aku sudah selesai S1 dan akan melanjutkan S2 di USA, dan aku berjanji akan membangun laboratorium yang kuberi nama Laboratorium “Anisa”.




















