“Aku mau balas dendam di sana..”, katanya.“Serius lu bro?”, tanyaku.“Hehehe, akan ku ledakkan kota Tokyo…”, jawabnya dengan wajah serius.Aku benar-benar tak menduga ide jahatnya itu.“Malam ini, kita pesta dulu bro… Kalau aku dah ke sana, kita ga bisa pesta kayak gini lagi.Zenit mengajakku berpesta miras lagi di luar, soalnya di sini sudah cukup ramai, tidak enak sama pelanggan yang lain. Bokep Family Dengan motor pemberian Herman, Kawasaki Ninja 150RR, kupacu menuju ke sana.Zenit rupanya sudah menunggu di meja sudut sana, dengan meja yang penuh dengan minuman keras serta bungkus rokok. “Hisap!!!”, perintahku minta Minoru menyepongkan kontolku. “Cepat mas…”, kata Minoru. Tapi cengkraman erat memek sempitnya membuat aku semakin masuk ke dalam suasana nikmat.




















