Sementara itu wajahku pun tak bisa banyak bergerak dan hanya bisa menikmati hangatnya cairan yang membanjir dari liang kewanitaannya.Pelan-pelan himpitannya pahanya mengendur, lalu dia menyuruhku duduk di kursi tegak di depan meja rias. Bokep Brazzers sekarang berlutut!” perintahnya yang mengagetkanku, namun kuturuti saja kemudian kemauannya. “Oke, kupenuhi permintaanmu bossku yang cantik, sekarang aku siap melakukan apa saja perintahmu, dan jangan panggil aku Bapak lagi ya,” candaku lagi.Bagai bermain sandiwara, dengan tetap duduk dan menyulut rokok, Sylvi mulai memerankan dirinya sebagai bossku, dan dengan wajahnya yang memang judes itu pantas sekali dengan perannya. Dengan blazer dan rok mini yang serba merah, sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus. “Buka semuanya Syl?” kataku lagi tak percaya.




















