Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening di kepalaku, tubuh kupun limbung.Kemudian Dika merebahkan tubuhku ke ranjang. Aku pun terkaget dengan oleh-oleh yang diberikan mas Ajik dan menanyakan dari mana mas Ajik mendapatkan uang untuk membelikan aku kalung itu.Namun mas Ajik hanya tersenyum dan dia langsung membopongku kedalam kamar. Bokep Mama Keesokan paginya, Dika mengantarku pulang ke rumah. “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami.Tetapi jika kalah aku harus rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi.




















