Hendra memang ganteng tapi cara bicara dia yang halus bahkan cenderung kemayu makin membuatku tidak risih dengannya. Vidio Sex Bagiku itu tandanya Bramanto sudah mulai menduga arah pembicaraanku. Bramanto tampak agak ragu tapi dia menuruti perintahku dan duduk di kursi di depan mejaku. Hendra masih sempat mengajaku lunch bersamanya di luar tapi kutolak karena aku memang sedang tidak ingin keluar kantor. Oh rupanya itu maintenance kantor yang sedang membersihkan jendela dengan menggunakan lift khusus utk membersihkan jendela gedung2 tinggi. Makin kuat…makin kuat hingga kesadaranku menjadi gelap diselubungi kabut kenikmatan yang mamabukan. “Thank God nggak tuh..tadi waktu bangun tidur sih sempet agak pusing tapi sekarang udah gak lagi tuh”. Tapi akupun demikian akupun belum mencapai kepuasan yang aku inginkan.




















