“Tapi…”, kataku. Bokep China Mungkin dia telah meminum obat kuat sebelum memaksaku ke sini.Pikiranku sedikit berkunang-kunang. Dengan langkah yang sedikit berat karena aku ketakutan, aku memaksakan diri mencari kamar nomer empat belas tersebut.‘Tok tok tok’, aku mengetuk pintu kamar kost nomor empat belas itu, lalu segera saja dibuka, dan tampak seorang pria berdiri di dalam mempersilahkanku masuk. Aku sedikit menutupi tubuhku dengan tanganku, Candra mencoleknya, dari pinggang, punggung, paha hingga dada dicolek-coleknya.“Hehehe”, ia cengesan sambil memperhatikan tubuhku. Air mataku mulai menetes karena aku tidak mampu melawan Candra, walau pun tubuhnya kurus, namun tindihannya kuat, aku tidak bisa bergerak.“Tolong jangan….”, aku memohon dengan terisak-isak.




















