Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari tadi bete,” aku hanya diam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Indah itu betul.“Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain sama Sarah, ya kan?” aku hanya tersenyum, Mbak Indah yang tadinya tutur katanya halus dan ramah berubah seperti itu.“Eh, malah senyam-senyum,” hardiknya sambil melotot.“Memang nggak boleh senyum. Pertahananku nyaris jebol, tapi aku belum mau terjadi saat itu. Bokep Tobrut masak jalan sama adiknya, Mbak-nya mau diembat juga,” kataku sambil garuk-garuk kepala.Setelah itu Sarah muncul dan dilanjutkan acara belanja di dept. Mbak Indah membuka mata dan memberi isyarat padaku agar duduk bersandar di dinding kamar mandi.




















