Namun bukan hal itu yang aku rasakan melainkan aku merasa diriku sangat kotor dan hina. Mau si Mbok panggilin?”“Gak usah Mbok, makasih.”“Itu ibu, Mbak.”“Eh cantik…” ucap Bunda Bram.“Assalamualikum, Bunda.” ujarku memberi salam sambil menyalim tangan Bunda Bram.“Waalaikumsalam sayang, muuuaacchh….” Bunda mencium keningku dan memelukku.“Anak Bunda sudah makan belum? Bokep Mama tadi di rumah Nita. Wanita mana coba yang tidak tergoda pesonaku?” seruku saat melihat bayangan diriku yang super kece.Dengan percaya diri aku pun turun dari mobil dan melangkah menyusuri lorong kampus. Cuuuk…!!! Bram naik ke atas dulu, ya Bun, pengen istirahat di kamar.” ujarku pada Bunda sembari melangkahkan kaki menyusuri anak tangga.Aku segera masuk ke dalam kamarku, menaruh tas dan langsung merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk.“Ahhh… Nikmatnya.” Kupejamkan kedua mataku.




















