Dialog yang menembus dinding antara Larsih dan Mas Diranpun dimulai.“Dik Larsiihh.., Mas kangen banget nihh..,”
“Mana pipi indahmu?? Bokep Cina Terdengar suaranya agak serak. “Ayyoo, Mass.., inilah yang kutunggu..,” demikian suara batin Larsih. Baru bangun ya?!”, sambil menebar senyuman dan matanya menatap tubuh Mas Diran.“Iya, nih. Mereka melakukan berbagai macam jalan nikmat yang pernah meraka lakukan melalui lubang dinding itu. O, ya.. “Ampunn, Mass.., ampuunn.., ayoolahh Mass.. Aku pinjam dong. Mas Diran ingin menjawab lapar dan hausnya Larsih itu. Tunggu. Gulung saja dulu, dik,” usul Mas Diran yang sangat unik, menggunakan bolongan dinding mereka untuk mengirimkan koran Kompasnya.Dan sejak itu banyak dan beragamlah pemanfaatan lubang dinding dekat bangku Larsih itu.




















