Dadaku berdebar menggemuruh tidak menentu. “Terus, tujuannya mau kemana?” tanyanya lagi.“Cari kerja”, sahutku tetap polos. Bokep Arab Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas meniggalkan rumah itu. Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal pribadinya.Aku bisa berkata begitu karena bukan cuma jadi sopir dan pengawal saja. “Tidak, Nyonya. Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan. Setelah memasukkan mobil ke dalam garasi, aku langsung dipanggil untuk menemuinya. Bi Minah kembali tersenyum. Pagi, siang sore dan kapan saja kalau dia menginginkan, aku tidak boleh menolak. “Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Tapi Nyonya Wulandari selalu memberiku obat perangsang, kalau aku sudah mulai tidak mampu lagi melayani keinginannya yang selalu berkobar-kobar itu. Bi Minah kembali tersenyum.










