Kalau tidak puas, jangan kesini lagi deh pak!” si resepsionis tersenyum sambil menuruni tangga. Bokep Jepang Windu mengangkat pinggulnya agar si mungil lebih leluasa mengurut benda keramat itu. Gesekan aneh itu kini terasa di perut dan mulai menurun ke arah bawah, semakin ke bawah, terus. Namanya Nani. Sesuatu terasa mendesak keluar dari dalam tubuhnya. Windu berbaring menelungkup di ranjang berlapis seprei putih yang masih bau pewangi. Di sela-sela dengkuran anak-anak kos yang berbaur dengan orkes nyanyian serangga malam, terdengar teriakan desahan bercampur tangisan dari kamar Windu. Namanya Nani. Mukanya memerah. Perasaan Windu campur aduk. Windu cuma ingin keluar secepatnya dari tempat itu.










