Haa..!”
“Tenanglah Chacha, kamu aman di sini.. Aku memang sudah mempelajari kehidupannya. Bokeb Ooohh..!” desah Marissa.“Aaahh..” puas diriku berejakulasi pada rahim Marissa seiring sprema yang menyembur tumpah ruah ke rahimnya lalu terkulai lemas di sisi Marissa.Lalu aku membelai-belai rambutnya yang panjang terurai itu sambil berbisik,“Aku pasti mengawinimu Chacha.. Jangan macem-macem, nanti jam 18.00 aku kembali,” ujarku sambil membiarkannya terikat tanpa menyumbat mulutnya.Dua hari sudah aku menyekap Marissa di rumahku. Lalu “Mau pipis..” lanjutnya. Mana mungkin aku lepasin kamu ha.. Matanya akhirnya aku tutup dengan lakban sebagaimana aku menyumbat mulutnya. Kamu diam dulu.. Aku memang sudah mempelajari kehidupannya. Kalau kamu tidak menolak cintaku, kejadiannya tidak akan seperti ini..”Wajahku menunjukkan penyesalan padanya lalu perlahan aku cabut lakban yang membungkamnya sambil mengancam.“Awas kalau kamu berteriak..”.




















