berdenyut-denyut ga karuan. aku kembali menutup mataku.Perjalanan ini sesungguhnya bakal menyenangkan, kalau tidak harus mendengar rengekan anak 5 tahun yang sepertinya tidak pernah diam itu. Bokep Montok Aku mengerti maksudnya. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati.Aku memandang “partner”ku. Tubuhnya menegang. Seperti menghayati sesuatu. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Pelan dan sedikit menekan. Penuh kemenangan. Atau pura-pura? Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Dia tidak menolak. Cukup tebal. Ya iyalah. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang.




















