Jantungku berdebar-debar. Bokeb Sedang Kak Tina ke dapur. “Iya. Aku ngompol? Mulai
membaca.Ceritanya mengenai seorang wanita bernama Marisa, yang liar dan
haus seks. Setiap siang sepulang sekolah, sambil
mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping
Hoo. Membolak-baliknya. Saat
ini aku merasakan puber yang sebenarnya.Saat tangan Kak Tina mencoba
meraih ritsluiting celanaku, terdengar suara motor bebek memasuki
halaman rumah. Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Besok-besoknya aku
tak pernah memiliki kesempatan untuk menggerayangi lemarinya. Kak
Tina masih terus menggosok kemaluannya. Aku berlalu menuju kamar mandi, membersihkan diri. “Atau…”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”.




















