Suasana kelihatan sepi, hanya ada beberapa orang saja yang duduk-duduk di lobby. Vidio Sex Ia menuangkan sedikit baby oil ke tangan kanannya dan kembali mengurut senjataku.“Aduh.. “Maaf, maaf saya kira ida temenku,” sahutku,
“Kebetulan dia bernama Ida”. Ada penonton lain di samping dan belakang kami. “Ida.. Nggak ada temannya”. Berbeda dengan kehendakku, Ida malahan mendorong tubuhku dan melepaskan pelukanku.Aku menolaknya.“Apa-apaan kamu Da!” kataku kecewa. Kini kedua kakinya menjepit kakiku. Karena kedua bed sengaja kami susun berhimpitan, tanganku bisa menjangkau tubuhnya dan kurengkuh mendekat tubuhku. Sudah 2 tahun ia menjanda. Mari saya antar” tanya sopir sambil membuka kaca jendelanya.Kami naik dan minta diantar ke Wisma T. Kacamatanya menghalangi aksiku, kuminta dia melepas kacamatanya.




















