“Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Indo bokep Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. Gadis yang satu ini sangat unik. Inilah kita.”
Aku tak mau menoleh. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. Inilah kita.”
Aku tak mau menoleh. Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Aku menyayangi kalian.”
Chie mengangkat kedua lengannya, meraih dan memeluk kami berdua dalam dekapannya. “Ray! “Ah.. Jay. “Sebelum aku menjadi milik bule. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Entahlah, itu urusan wanita. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Benarkah? Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk,










