Ibu Emma bertanya,“Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Bokep Jilbab/Hijab ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. “Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kimpoi”, dengan enaknya aku nyeletuk. Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. Dengan lembut kukecup keningnya. “Haaa…” aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu.Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. “Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.Ibu Emma agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya.




















