Aku pun tak bisa mengira-ngira apa yang sedang ia pikirkan, mungkin aku tak mau. Tanganku tetap menjaga kedua pahanya agar tidak menjepit kepalaku supaya aku tetap bisa mendengar erangannya. Bokep Korea “Eh? sshh.. Kulihat mukaku di cermin. Tolol sekali dan lebih tolol lagi aku sekarang mabuk? Aku hanya mengangguk. pengen liat pulang jam berapa dan dengan siapa,” lanjutku ketus. sori ya?” kataku sambil memegang tangannya. Sewaktu ia memutar handel pintu sengaja aku pura-pura melihat mobilku dan menabraknya. Hanya insting, tapi kuat sekali. Huh, aku tidak bisa berpikir sehat lagi. Alkohol mempengaruhi nalarku. Kuperhatikan dengan seksama pinggulnya saat berjalan ke pintu rumah. Hmm, kubuka dan kuteguk isinya.




















