Kepalanya yang tadi menunduk melihat hp nya, sekarang menengadah melihatku. Di kamar sudah ada tv, dan kamar mandi. Bokeb “Kenapa?” Tanyaku. Aku terus saja memancingnya sampai dia tertarik ingin melakukannya. “Itu yang rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.Farel terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Dia jongkok dihadapanku yang terduduk di atas toilet. Dengan tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum.“Hey, Budi ya? “Kapan Budi kesini lagi?” Tanyaku. Bayangan sosok laki-laki yang sedang berada didepan kamarku terus saja ada dikepalaku. Boleh minta no hp nya?” Kataku. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yang sedang berada dirumahku.




















