“Gimana, Nduk, masih belum isi juga?”Mertuaku datang berkunjung, dan seperti biasa, dia langsung menerorku dengan pertanyaan yang dia sendiri tahu jawabannya.“Masih usaha, Ma.” aku berkelit. Film Porno Mbok ya diganti dengan cara yang lain.” dia mencibir. “Kenapa musti malu? Hanya saja, setelah hari-hari berlalu tanpa ada hasil, belakangan aku mulai cemas. Namun dia segera mengusirnya jauh-jauh karena bagaimana pun dia yang mengusulkan persetubuhan ini. “Nikmati saja, In. Kalau tidak kupaksa, mungkin sehabis sarapan tadi dia juga tidak akan menyentuhku.Gimana bisa spermanya bertemu dengan sel telurku, kalau bercinta aja Patas, paket kilat 2 menit. “Pikirkan aja dulu.” Sita berdiri. “Lha terus kapan, mau nunggu Mama mati baru punya anak?” potongnya cepat. Sudah ditunggu dari tadi.” lanjut anak itu dengan kepala tetap menunduk menekuri mesin motornya.Tante




















