“Enak nenen bunda ?” godaku ketika Prima giat-giatnya menyedot-nyedot pentil tetekku. “Besok Bunda. Bokep SMA Tapi kenapa sikapnya harus berubah drastis, menjadi pendiam dan pemurung seperti itu ? Doain biar bisa lolos ke grand final yaaa….!”
“Iya, iya…bunda doain…,” sahutku sambil tersenyum,
“Terus kalau jadi juara, hadiahnya apa ?”
“Nggak tau. Saking asyiknya memandang bayanganku di cermin besar itu hingga tidak terdengar bunyi langkah Prima memasuki kamarku. Kucuci perutku sampai bersih. Hanya sesekali aku memeriksa persoalan keuangannya. Dan Prima tampak serius. Jangan-jangan dirinya menggunakan obat-obatan terlarang alias apa pun itu. Sebab itu, hatiku rutin menanggung beban berat, takut kalau sebuahsaat statusku diketahui oleh orang tuaku. Keseharianku di rumah ini lumayan nyantai.




















