Semuanya nampak seperti biasanya. Perasaanku semakin tidak karuan sehingga aku meminta sopir untuk berhenti dari jarak seratusan meter. Bokep Korea “Mari mbak, mas, silahkan dimakan rotinya, ntar keburu dingin loh” aku mempersilahkan tamuku untuk mulai sarapan. Bersamaan dengan itu mas Edy dan mas Tomy mengakhiri pendakian mereka dengan menyemburkan mani mereka ke mulut dan tubuh mbak Sally. Dugaanku benar! Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku. Akhirnya aku batalkan saja dan pulang ke rumah. Suamiku balas memelukku, mencium keningku kemudian langsung tertidur. Ada semacam rasa benci dalam hati, namun aku berusaha untuk mengendalikannya.




















