Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”. Bokep India Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini. Aku mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya. Mikha meminta satu rokokku. “Emang mau?”. Bukan menghujat. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku. “Mas Joe…, cabut…, keluarin di luar…”
Dengan cepat kucabut batang kemaluanku lalu sedetik kemudian kurasakan kenikmatan luar biasa, aku menjerit tertahan
“aahh…, ahh…” Aku mengerang. Menatapnya. Yang pacaran, ya pacaran. Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. Mikha memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar. Angkat topi buat gerakan mahasiswa kita!




















