Tampak Pak Bupati duduk di dekat jalan masuk menuju lapangan demi menyambut Sanro nantinya.Tiba-tiba saya mendapat panggilan telepon dari sepupu. Warga datang dari berbagai arah, baik warga kampung maupun luar kampung. Bokep Family Hujan masih turun. Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Indo meninggal. Saya takut kalau itu cuma akal-akalan Ambo biar bisa sekalian kampanye. Dia menganggap saya sudah melawan orang tua.Ambo pun meninggalkan saya setelah gemuruh yang terus dia lontarkan, seperti gemuruh yang enggan berhenti meronta di langit sana. Lebih baik kau bantu Indo membereskan rumah. Keluargamu dari Bone kota bakal datang. Saya tidak pernah menyangka akan berdebat dengan Ambo, Diiringi tangisan yang datang dari langit yang menurunkan air serupa jarum-jarum sehingga genting rumah seolah ditusuk-tusuk.




















