Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku. “Ray!” Sebuah suara lirih berbisik di telingaku. Bokep Tante Sempit, hangat. Ah, Chie. “Kamu lebih serius, kan?” Jay menatap lekat pandangan mataku. Gadis yang satu ini sangat unik. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku. “Chie?” tanyaku. Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu. Aduh. Gadis yang satu ini sangat unik. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku.




















