Aku pun lalu kembali memegangi tangan bu Jihan yang lembut, lalu aku dekatkan wajahku pada wajah bu Jihan. Jadi aku nurut saja dengan kakak’ku. Bokep Mama Aku pun lalu kembali memegangi tangan bu Jihan yang lembut, lalu aku dekatkan wajahku pada wajah bu Jihan. Aku lihat jam menunjukan jam satu siang. Kedekatanku dengan bu Jihan menjadikan kami semakin akrab hingga akhirnya aku menaruh hati sama bu Jihan. “Kok sedih gitu, kamu ada apa siiih, cerita donk” ujar bu Jihan
“Biasa bu, aku putus sama pacarku” jawbaku dengan santai
“Ealaaahhh….makanya kok aku lihat kmau sering melamun sendiri dan sedih gitu” kata bu Jihan– Lalu aku pun bercerita semuanya pada bu Jihan. Tak tau kenapa aku bisa mengucapkan seperti itu, hingga aku berani untuk memegang tangan bu Jihan




















