Apa kau tahu aku pusing seharian bikin laporan itu! Bokep Arab Rasain tuh!”Puas sekali kelihatannya Pak Ramses ketika ciprat demi ciprat maninya mendarat di muka Umi, membuat noda-noda putih di pipi, kelopak mata, dan bibir Umi. Dia terus melengkapi laporannya, walaupun dia tidak bekerja dengan penuh konsentrasi seperti tadi lagi. “Ahh!” PLAKK! Karman kamu ngepel lantai lima, Umi lantai empat. Dia terus melengkapi laporannya, walaupun dia tidak bekerja dengan penuh konsentrasi seperti tadi lagi. Konyol kau, apa tidak tahu ini di lantai berapa? Dasar lonte!”Tanpa menunggu jawaban dari Umi, Pak Ramses berdiri dan membawa Umi yang masih tertoblos anunya, bergerak mendekat ke jendela. KENAPA ITU KOMPUTER KAU MATIKAN, HAH?” suara Pak Ramses menggelegar, teriakan marahnya membuat Umi membeku di tempat.Pak Ramses langsung masuk ke




















