Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Bokep “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. Pintunya terbuka sedikit. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di




















