Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Tiap hari Selasa dan Kamis, dia akan sarapan kedua. Bokepindo Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan. Pokoknya ada uang kemaluan saya terhidang, tak ada uang silakan hengkang. Atau ada yang menganggukkan kepala, “Biasa!”. Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono. Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan karena Dik Mul ternyata diam saja. Dia adalah boss tempat saya secara resmi bekerja.




















