“Shh.. Aku berbaring telentang di sofa sambil tanganku berusaha menutupi selangkanganku karena jengah. Bokep Jilbab/Hijab Oughh..” tanpa sadar aku sedikit melenguh karena tangan kasar Parjo meremas buah pantatku yang terbuka dengan gemasnya. Aku sudah berkeluarga dengan satu anak yang baru berumur 2 tahun, Rio. Benar-benar sesuai dengan ukuran tubuhnya yang perkasa. Napasku terasa sesak sulit bernapas karena tertindih berat tubuhnya. Karena desakan itu aku pun meninggalkan ruanganku dan pergi ke rest room yang letaknya di luar ruangan kantor namun masih satu lantai dengan kantorku. Lalu kedua tangan Parjo bergeser ke pantatku dan mengangkatnya hingga aku setengah berdiri menghadap ke arahnya.




















