Dug! Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Bokep Colmek Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Tes! Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. berember-ember. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku.




















